Menilik Jejak Pendidikan Suku Matbat dan Tobelo Papua
Selasa, 27 January 2026 - 14:08:05 WIB
PAPUA – Di Kampung Audam yang terletak di gugusan Misool, pendidikan tumbuh perlahan di tengah alam yang luas dan menantang. Kampung kecil ini berdiri pada tahun 2009 dan dihuni sekitar 80 jiwa dari suku Matbat dan Tobelo.
Suku Matbat dan Tobello menjunjung tinggi nilai tidak menyakiti sesama sebagai prinsip hidup sehari-hari. Nilai itu pula yang membentuk cara mereka membesarkan anak dan menjaga harmoni kampung.
Buku pelajaran serta alat peraga datang hanya ketika ada donasi dari luar kampung. Namun, anak-anak selalu tiba lebih awal dari jam belajar karena begitu haus ilmu.
Bagi suku Matbat dan Tobelo, anak-anak adalah titipan yang harus dibesarkan bersama. Tidak ada yang benar-benar “sendiri” dalam urusan tumbuh kembang generasi selanjutnya. Itulah sebabnya, meski sekolah sederhana, mereka tetap menjaga keberlangsungannya dengan dana desa dan tenaga gotong royong.
Sejarah Suku Matbat dan Tobello
Suku Matbat merupakan kelompok asli Misool yang berasal dari migrasi Austronesia awal dan hidup menetap di wilayah karst (bebatuan kapur). Sedangkan suku Tobelo berasal dari Halmahera dan dikenal sebagai pelaut ulung yang bermigrasi ke Papua Barat ratusan tahun lalu.
Kedua suku ini kemudian hidup berdampingan di Misool, saling berbaur melalui gotong royong, perkawinan campuran, dan kerja sama membangun kampung. Perpaduan budaya Matbat dan Tobelo melahirkan komunitas yang kuat, damai, dan saling mendukung, termasuk dalam upaya mereka menjaga masa depan pendidikan anak-anak di kampung terpencil seperti Audam.
Baca Lainnya
Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menyerahkan paket Natal kepada pengurus Komunitas Partigatiga RADOT dalam rangka perayaan Natal Oikumene Pematangsiantar.
SELENGKAPNYA
RAPBN 2026 menjadi momentum kebangkitan baru sektor pendidikan Indonesia.
SELENGKAPNYA